Studi Ungkap Dengarkan Musik Favorit Mampu Stabilkan Tekanan Darah

- 5 Juni 2024, 06:00 WIB
Ternyata Ini Pengaruh Mendengarkan Musik
Ternyata Ini Pengaruh Mendengarkan Musik /Pixabay/sweetlouise
 
Media Magelang - Sebuah studi diberitakan mengungkap manfaat mengagumkan dari mendengarkan musik favorit.
 
Studi tersebut menyatakan, mendengarkan musik favorit mampu menstabilkan tekanan darah seseorang.
 
Mendengarkan musik favorit juga diyakini dapat mengubah emosi seseorang saat dalam keadaan tertekan.
 
Namun, para peneliti masih terus berusaha menggali kebenaran dari hasil studi tersebut.
 
 
Sebagaimana dilansir dari PMJ News dari laman Harvard Health, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari New York, Amerika Serikat (AS) mencari tahu bagaimana musik dapat mempengaruhi suasana hati pasien yang akan dioperasi.
 
Sebanyak 40 pasien yang menderita katarak, dengan usia rata-rata 74 tahun menjadi sukarelawan dalam penelitian tersebut. 
 
Setengah dari pasien itu secara acak ditugaskan untuk menerima perawatan biasa, sedangkan yang lain mendapat perawatan yang sama sambil mendengarkan musik.
 
Musik yang diputar juga sesuai dengan pilihan para pasien itu sendiri.
 
Musik tersebut didengarkan oleh para pasien melalui headphone sebelum, selama, dan segera setelah mereka dioperasi. 
 
Sebelum operasi, pasien pada kedua kelompok itu diketahui memiliki tekanan darah yang sama, yakni rata-rata 129/82 milimeter (mm Hg).
 
Rata-rata tekanan darah pada kedua kelompok pasien itu meningkat menjadi 159/92 sesaat sebelum operasi.
 
Diketahui pula detak jantung para pasien di  kedua kelompok itu rata-rata melonjak 17 denyut per menit. 
 
Hal ini berbanding terbalik dengan para pasien yang tidak mendengarkan musik, mereka dilaporkan mengalami hipertensi selama operasi.
 
Di sisi lain, para pasien yang mendengarkan musik selama dioperasi mengaku tekanan darahnya normal, dan perasaannya menjadi lebih tenang.
 
Dalam satu studi sebelumnya pun ditemukan bahwa ahli bedah mengalami lebih sedikit tanda-tanda stres, dan kinerjanya meningkat saat mendengarkan musik favorit mereka.
 
Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 80 pasien yang menjalani operasi urologi dengan anestesi tulang belakang menemukan bahwa, musik dapat mengurangi kebutuhan para pasien akan obat penenang intravena tambahan.
 
Dalam penelitian ini pasien dinyatakan mampu membatasi jumlah obat penenang yang mereka konsumsi pascaoperasi.
 
Pasien yang secara acak ditugaskan untuk mendengarkan musik dinilai masih membutuhkan obat, tapi tidak memerlukan obat penenang yang berefek kuat. 
 
Hal tersebut dibandingkan pasien yang ditugaskan untuk mendengarkan suara bising atau pun obrolan di ruang operasi itu.
 
Sebuah penelitian lain juga dilakukan terhadap 10 pasien sakit kritis pascaoperasi, yang melaporkan bahwa musik dapat mengurangi gejala stres, bahkan ketika pasien sedang dalam kondisi tidak sadar.
 
Dalam studi itu diperoleh keterangan, semua pasien menerima obat penenang intravena yang kuat, sehingga mereka dirawat dengan mesin pernapasan di unit perawatan intensif (ICU).
 
Sementara itu, separuh pasien secara acak ditugaskan untuk memakai headphone yang memperdengarkan alunan irama lambat dari piano sonata Mozart, sedangkan separuh lainnya memakai headphone yang tidak memutar musik apa pun.
 
Dalam penelitian itu, perawat tidak diberitahu pasien mana saja yang mendengarkan musik.
 
Kemudian dilaporkan, bahwa pasien yang mendengarkan musik memerlukan obat yang  jumlahnya jauh lebih sedikit. 
 
Selain itu, tekanan darah pasien yang mendengar musik juga terlihat stabil, dan detak jantungnya lebih rendah, serta kadar hormon stres adrenalin dan sitokin interleukin-6 yang memicu peradangan juga tampak membaik.
 
Studi berikutnya juga dilakukan di Italia terhadap 24 sukarelawan yang berada dalam kondisi sehat (setengahnya adalah musisi profesional), menemukan bahwa tempo dalam musik bisa menjadi penentu stabil tidaknya tekanan darah seseorang.
 
Musik lambat atau meditatif menghasilkan efek relaksasi tempo yang lebih cepat menghasilkan semangat, tetapi segera setelah musik upbeat berhenti, detak jantung dan tekanan darah peserta cenderung turun, juga memicu relaksasi.
 
Demikian ulasan mengenai sebuah studi yang mengungkapkan bahwa mendengarkan musik favorit mampu menstabilkan tekanan darah pasien yang berada dalam kondisi tertekan.***

Editor: Heru Fajar


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah