Kabar gempa susulan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Mitigasi gempa bumi dan Tsunami BMKG Pusat, Daryono, melalui akun Twitter pribadi miliknya.
"Hasil monitoring BMKG hingga pukul 10.30 WIB sudah tercatat 14 kali gempa di Banyubiru-Ambarawa-Salatiga," tulis Daryono pada akun Twitternya, @DaryonoBMKG.
Hasil monitoring BMKG menunjukkan pasca gempa utama (mainshock) dengan mag 3,0, kemudian diikuti serangkaian rentetan gempa susulan, dengan mag beragam mulai dari mag 2,1 hingga mag 2,9.
Rentetan gempa yang melanda wilayah Salatiga ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
Petugas BMKG Daryono mengatakan bahwa diduga kuat pemicu gempa ini adalah Sesar Merbabu Merapi Telomoyo.
Baca Juga: Gempa Tektonik Magnitudo 4.8M Mengguncang Wilayah Pacitan dan Sekitarnya, Terasa Sampai Jogja
Telomoyo sendiri adalah gunung yang terletak di wilayah Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang, memiliki ketinggian 1.894 M DPL dan merupakan gunung api strato yang belum pernah tercatat meletus.
Bahkan menurut Daryono BMKG, wilayah Salatiga-Banyubiru-Ambarawa setidaknya pernah diguncang 6 gempa besar.
2. Gempa 17 Juli 1865, mengguncang wilayah Banyubiru, Ambarawa, dan Ungaran. Gempa ini setidaknya menyebabkan tembok rumah retak.
3. Gempa 22 Oktober 1865, mengguncang wilayah Semarang, Ungaran, dan Ambarawa.
Gempa pada saat itu juga mengalami gempa susulan pada esok hari berikutnya, yaitu pada 23 Oktober 1865 yang diikuti oleh gemuruh.
4. Gempa 22 April 1866, mengguncang wilayah Ungaran dan Ambarawa. Gempa ini menyebabkan kerusakan bangunan terutama pada tembok rumah.
5. Gempa 10 Oktober 1872, mengguncang wilayah Salatiga, Ambarawa dan Ungaran. Kerusakan yang ditimbulkan masih berupa bangunan tembok rumah yang rusak.
6. Gempa 17 Februari 2014, mengguncang wilayah desa Sumogawe, Getasan dengan magnitudo M 2,7.
Gempa ini diikuti suara dentuman keras, dan mengakibatkan beberapa rumah rusak.
Tentu berbagai gempa yang terjadi di wilayah Salatiga dan Ambarawa ini bukan tanpa alasan, baik yang sudah lama terjadi ataupun rentetan gempa terkini.
Daryono BMKG mengatakan bahwa hal ini tidak bisa lepas dari posisi wilayah Salatiga, Ambara yang terletak berdekatan dengan sumber gempa sesar aktif, yaitu Sesar Merapi Merbabu dan Sesar Rawa Pening.
Lebih lanjut Daryono BMKG mengatakan, "Mengingat Salatiga, Banyubiru, Bawen, dan Ambarawa dekat sesar aktif, yaitu Sesar Merapi Merbabu & Sesar Rawa Pening maka perlu dilakukan edukasi mitigasi gempa bumi seperti pentingnya bangunan tahan gempa/ramah gempa, cara selamat saat terjadi gempa, karena gempa kuat dapat terjadi kapan saja."
Rupanya Salatiga pernah juga dilanda gempa besar seperti catatan di atas, menyebar di sekitar wilayah Salatiga, Ungaran, dan Ambarawa.***