Kemenag Resmi Umumkan Hari Raya Idul Adha 1445 H Jatuh pada 17 Juni 2024

- 9 Juni 2024, 15:54 WIB
Wakil Menteri Agama RI Saiful Rahmat Dasuki menyampaikan penetapan Idul Adha atau 10 Zulhijah 1445 Hijriah yang jatuh pada 17 Juni 2024. /YouTube Kemenag RI)
Wakil Menteri Agama RI Saiful Rahmat Dasuki menyampaikan penetapan Idul Adha atau 10 Zulhijah 1445 Hijriah yang jatuh pada 17 Juni 2024. /YouTube Kemenag RI) /
 
Media Magelang - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) baru saja resmi mengumumkan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah (H).
 
Sebagaimana diumumkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah (H) di Indonesia jatuh pada 17 Juni 2024.
 
Pengumuman resmi pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah (H) ini disampaikan oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Saiful Rahmat Dasuki, dalam konferensi pers sidang isbat penetapan 1 Zulhijah 1445 Hijriah yang berlangsung secara daring di Jakarta, Jumat 7 Juni 2024.
 
"Berdasarkan hisab posisi hilal wilayah Indonesia yang sudah masuk kriteria MABIMS tersebut, serta adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Zulhijah tahun 1445 Hijriah jatuh pada hari Sabtu tanggal 8 Juni 2024 Masehi, dan Insya Allah Hari Raya Idul Adha jatuh pada Senin tanggal 17 Juni 2024," kata Saiful Rahmat Dasuki, dikutip dari Antara.
 
 
Keputusan penetapan Idul Adha 1445 H tersebut diperoleh dari hasil pantauan hilal di 114 lokasi berbeda di Indonesia.
 
Hasil pantauan itu menyatakan bahwa tinggi hilal di wilayah Indonesia berada di kisaran 7° 15,82 (7,26°) s.d. 10° 41,09‘ (10,68°) dan sudut elongasi antara 11° 34,83‘ (11,58°) s.d. 13° 14,47‘ (13,24°).
 
Angka tersebut sebenarnya telah melebihi batas kriteria yang ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) terkait bulan Hijriah baru, yang mensyaratkan tinggi hilal sebesar 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
 
Selanjutnya, Saiful Rahmat Dasuki selaku Wamenag menyatakan, keputusan penetapan pelaksanaan Idul Adha 1445 H tersebut merupakan hasil dari laporan rukyatul hilal yang diumumkan dalam Sidang Isbat.
 
Keputusan dalam Sidang Isbat itu diketahui telah dimusyawarahkan oleh para ulama, tokoh-tokoh Organisasi Kemasyarakatan (ormas), pakar Ilmu Falak dan astronomi, serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya.
 
Menurut Wamenag, data yang digunakan untuk memgumumkan pelaksanaan Idul Adha 1445 H itu juga disesuaikan dengan metode hisab yang dihitung secara matematis dan astronomis.
 
Selain itu, data tersebut juga telah dikumpulkan secara teliti oleh Tim Rukyat Kemenag RI beberapa waktu yang lalu.
 
"Perlu kita ingat bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama selalu menggunakan dua metode dalam menentukan awal bulan Kamariah, yang keduanya saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya," tegas Wamenag.
 
Dijelaskan juga oleh Wamenag, bahwa metode hisab atau perhitungan sifatnya informatif, sedangkan metode rukyat atau observasi sifatnya konfirmatif.
 
Melalui pengumuman ini, pemerintah berharap seluruh umat Islam di Indonesia dapat merayakan Hari Raya Idul Adha 1445 bersama-sama dengan aman dan kondusif.
 
"Perlu juga diketahui oleh seluruh masyarakat, jika di kemudian hari ada perbedaan dalam melaksanakan ibadah berkaitan dengan Hari Raya Idul Adha, tentunya kami berharap semuanya bisa mengedepankan harmoni dan toleransi, serta tidak menonjolkan perbedaan-perbedaan yang ada," tutup Saiful Rahmat Dasuki.
 
Dengan demikian, pemerintah Indonesia melalui Kemenag resmi mengumumkan Idul Adha 1445 H jatuh pada 17 Juni 2024, tepatnya pada hari Senin.***

Editor: Heru Fajar


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah