Perihal Mudik dan Pelaksanaan Ibadah Ramadhan, Ganjar Pastikan Seluruh Daerah Jawa Tengah Kompak

13 April 2021, 10:05 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. /Humas Kebumen/

Media Magelang – Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah memastikan 35 Kota Kabupaten di wilayahnya kompak soal pelarangan mudik lebaran.

Untuk itu pula, Ganjar Pranowo mengimbau agar sosialisasi terkait larangan mudik digencarkan di berbagai lapisan masyarakat.

Hal itu disampaikan Ganjar Pranowo usai memimpin Rapat Penanganan COVID-19 Jawa Tengah dan Larangan Mudik di ruang rapat gedung A kantor Pemprov Jateng, Senin 12 Appril 21. Ia menegaskan, seluruh daerahnya Sudah sepakat terkait pelarangan mudik.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1442 H di Seluruh Indonesia, Puasa Akan Mulai Senin 12 April 2021

Baca Juga: Puasa Jadi Ladang Pahala, Kemenag: Ramadhan Momentum Tepat Kampanyekan Wakaf Uang

Baca Juga: Ini 4 Peristiwa Besar yang terjadi di Bulan Ramadhan. Salah Satunya Wafatnya Istri Rasulullah

“Sekarang kita harus seragam, kalau nggak ini bahaya sekali nanti. Kita hari ini udah kita putuskan kita akan seragam. Justru yang diperlukan sekarang adalah sosialisasi,” ucapnya.

Tak hanya itu, Ganjar juga meminta kepada paguyuban-paguyuban warga Jateng di wilayah Jabar dan DKI Jakarta untuk memberikan pemahaman terkait mudik. Menurutnya, mudik bisa tetap dilakukan asalkan tidak mengambil waktu yang sama saat libur lebaran.

“Sudah banyak yang tanya kepada saya, ‘pak udah 2 tahun nggak mudik’ ya sekarang aja. Kalau sekarang kan bisa ting pretil, tidak semuanya, tidak rombongan, tidak bareng-bareng. Sebab kalau waktunya ngambil pada saat lebaran, dan terjadi pergerakan massa yang luar biasa pasti akan naik nanti,” tegasnya.

Baca Juga: 10 Keutamaan Bulan Ramadhan, Nomor 4 dan 7 Sering Diabaikan!

Baca Juga: Hukum Mencium Istri Ketika Berpuasa di Bulan Suci Ramadhan Menurut Hadits dari Rasulullah SAW, Boleh?

Baca Juga: Berikut 4 Lafal Niat Puasa Ramadhan 2021 Beserta Cara Baca dan Artinya

Adapun rencana patroli pelarangan mudik di Jawa Tengah akan dimulai pada 1 Mei mendatang.

Dengan rincian, mulai 1-5 Mei adalah sosialisasi pelarangan. Kemudian pada 6-17 Mei larangan mudik sesuai instruksi pemerintah pusat. Dan yang terakhir patroli pelarangan mudik akan dimulai sejak tanggal 1 hingga 21 Mei 2021.

Ganjar juga meminta kepada tokoh agama dalam membantu sosialisasi terkait keputusan dari Kementerian Agama tentang penyelenggaraan ibadah Ramadan di tengah COVID-19.

Sehingga nantinya Ganjar berharap tempat salat serta proses pelaksanaan ibadah dapat berjalan dengan baik.

“Kita akan ajak mensosialisasikan lewat tokoh agama umpamanya keputusan dari kementerian agama terkait bagaimana proses beribadah selama Ramadan, sehingga masjid, tempat ibadah, tempat untuk solat bisa dimenejemen dengan baik dengan kapasitas yang cukup,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ganjar meminta masyarakat tidak lengah meski situasi COVID-19 saat ini sedang menurun.

Sehingga, menurutnya pilihan pelarangan dan pengendalian jadi keputusan terbaik saat mudik lebaran 2021.

“Jangan sampai terjadi kemudian gelombang kedua karena kita lengah, dan mudik ini bagian dari pergerakan massa yang pualing gede dalam sejarah, sehingga potensi itu mesti kita mitigasi sejak awal,” kata Ganjar.

Dalam mendukung proses pelaksanaan larangan mudik ini, Ganjar mengatakan pemerintah sudah menyiapkan pengendalian untuk masyarakat yang nekat dengan meminta putar balik.***

Editor: Eko Prabowo

Sumber: Humas Pemprov Jateng

Tags

Terkini

Terpopuler